Tuesday, 1 January 2013

TAHAPAN PENYELESAIAN TENAGA HONORER KATEGORI II


BERDASARKAN RAPAT KERJA KEMENPAN-RB DENGAN KOMISI II DPR RI
PADA  SELASA , 26 JUNI 2012
BULAN JUNI 2012
1.      BKN menerima daftar nama tenaga honorer kategori II sesuai SE_MENPAN_RB Nomor 03 Tahun 2012
2.      BULAN JULI sampai minggu pertama bulan agustus;
3.      Penyusunan listing tenaga honorer perinstansi ( nama,tanggal lahir,jabatan pendidikan, unit kerja) oleh bkn.
4.      BULAN JULI MINGGU KE 2 SAMPAI AGUSTUS MINGGU KE 2
Penyampaian listing data tenaga honorer kepada instansi untuk dilakukan pengumuman (uji Publik) selama 21 hari melalui media koran lokal dan media online (website BKN).
5.      BULAN  AGUSTUS sampai SEPTEMBER MINGGU KE 2;
Penyampaian laporan hasil uji publik oleh instansi kepada BKN dengan tembusan MENPAN-RB.
6.      BULAN AGUSTUS MINGGU 2 SAMPAI OKTOBER MINGGU KE 2:
Penyelesaian pengaduan dalam masa sanggah setelah uji publikoleh KemPAN-RB dan BKN.
7.      BULAN OKTOBER SAMPAI NOPEMBER MINGGU KE 2;
Penyusunan nominatif tenaga honorer kategori 2 yang tidak ada masalalah berdasarkan uji  Publik perinstansi ( nama,tanggal lahir,jabatan pendidikan,unit kerja) oleh BKN.
8.      BULAN NOPEMBER:
Keputusan kepastian juml;ah perinstansi (nama,tanggal lahir,jabatan,pendidikan,unit kerja oleh BKN.
9.      Pelaksanaan Ujian Tertulis Kompetensi Dasar dan Kompetensi Bidang:

A.    PERSIAPAN
1.      Pembentukan Panitia seleksi CPNS instansi dan nasional.
2.      Penyusunan rencana anggaran pelaksanaan seleksi tenaga honorerkategori tahun 2013 Oleh instansi dan panselnas ,( bulan agustus minggu ke-3).
3.      Penyusunan dan penetapan kebijakan pengadaaan cpns tahun 2013 oleh MenPAN-RB. ( pada bulan nopember )
4.      Penyusunan juknis pengadaan cpns tahun 2013 oleh bKN, ( bulan nopember minggu ke- 3  sampai bulan Desember minggu ke-2 ).                                                                                                     
5.      Pembuatan master soal danformat LJK ujian kompetensi dasar oleh PTN dan kompe-     tensi bidang oleh instansi pembina jabatan fungsional. ( bulan juni sampai juni minggu ke-2).
6.      Penyampaian master soal formulir LJK ujian kompetensi dasar oleh konsorsium PTN        dan kompetensi bidang oleh instansi pembina jabatan fungsional kepada panselnas. ( Pada bulan januari 2013 minggu ke-2)
7.      Pansernas menyerahkan master soal formolir LJK dan kunci jawaban ujian kompetensi dasar dan kompetensi bidang kepada instansi untuk digandakan dan di distribusikan ke lokasi tes. (bulan Januari minggu 2 dan 3).
8.      Pembuatan formulir pendaftaran dan tanda pengenal peserta ujian oleh instansi.      ( Pada bulan desember 2012).
9.      Pembuatan buku petunjuk/tata tertib ujian oleh instansi,( bulan Desember) Penentuan jadwal dan tempat pelaksanaan ujian kompetensi dasar dan Kompetensi Bidang oleh instansi dan panselnas,( pada bulan Januari minggu 1 dan 2 ).
   
B.     PROSES ADMINISTRASI  OLEH INSTANSI
1.      Proses penomeran peserta seleksi dan pencetakan kartu tanda peserta ujian, (bulan januari 2013 ).
2.      Pembuatan surat undangan/pengumuman pelaksanaan seleksi sesuai listing tenaga Honorer kategori 2,( bulan pebruari minggu ke-1dan 2).
3.      Pelaksanaan ujian kompetensi dasar dilanjutkan ujian kompetensi bidang secara tertulis pada hari yang sama, ( bulan april minggu ke-3 ).
4.      Pengolahan LJK hasil ujian kompetensi dasar dan kompetensi bidang oleh konsorsium PTN, ( bulan april minggu ke-3 )
5.      Penyampaian hasil pengolahan hasil ujian kompetensi dasar dan kompetensi bidang    oleh konsorsiun yang ditandatangani oleh konsorsium dan panselnas kepada MenPAN-RB , ( bulan april minggu ke-3 )
6.      Pengumuman hasil pengolahan LJK ujian kompetensi dasar dan kompetensi bidang Oleh MenPAN-RB, ( bulan april minggu ke-3)
7.      Penentuan kelulusan ujian kompetensi dasar sesuai dengan passing grade dan kompetensi bidang dan batas waktu penyampaian berkas,( bulan april minggu ke-3 ).
8.      Penyusunan pertimbangan teknis alokasi penempatan tenaga honorer kategori 2 yang lulus ujian kompetensi dasar dan kompetensi bidang sesuai dengan kebutuhan riil instansi yang didistribusikan secara nasional oleh kepala BKN, (bulan mei )
9.      Penetapan formasi dan penempatan tenaga honorer kategori 2 per instansi secara nasional berdasarkan pertimbangan kepala BKN ( mei minggu ke 2, s.d Juni minggu ke 1).
10.  Penyampaian penetapan tambahan formasi kepada instansi ( mei minggu ke  s,d Juni minggu ke 2)
11.  Pemberkasan dari instansi untuk usul penetapan NIP CPNS berdasarkan tambahan formasi sesuai point 10 dan peringkat. ( selama bulan Juni )
12.  Proses penetapan NIP tenaga honorer kategori 2 berdasarkan hasil peringkat dan penetapan penempatannya sesuai dengan kebutuhan nasional ( Juni minggu ke 3 s.d juli minggu ke 2)
13.  Pengiriman nip kepada instansi ( Juli minggu ke 2 dan 3)
14.  Penetapan SK CPNS oleh instansi ( juli minggu ke 3 s.d agustus minggu ke 2)
15.  Laporan Monitoring dan evaluasi ( Bulan Agustus )
  
 
KESIMPULAN RAPAT KERJA KOMISI II DPRRI
MENPAN DAN KEPALA BKN SELASA, 26 JUNI 2012

1.      Komisi II DPRRI memberikan apresiasi kepada Kementerian PAN-RB yang telah menyusun menakisme Dan Pentahapan Penyelesaian Tenaga Honorer kategori I dan Kategori II sebagaimana diatur dalam PP Nomor 56 tahun 2012 tentang perubahan kedua PP No. 48 tahun 2005.
2.      Terkait penyelesaian tenaga honorer K1 yang akan diangkat menjadi CPNS pada tahun anggaran 2012 dan penyelesaian tenaga honorer K2 secara bertahap dari tahun anggaran 12 s.d 2014. Komisi II DPRRI meminta kementerian PAN-RB untuk dapat melaksanakan secara transparan dan akuntabel.
Komisi II DPRRI akan melakukan pengawasan terhadap mekanisme dan pentahapan penyelesaian tenaga honorer K1 dan K2 serta meminta kepada MENPAN-RB untuk senantiasa terus melakukan verifikasi dan investigasi terhadap adanya persoalan tenaga honorer yang seharusnya masuk data base kategori 1 dan Katagori 2 namun belum tercantum ke dalam 2 kategori tersebut serta bagi tenaga honorer yang teranulir dalam kategori 2 diperlukan penyelesaian secara khusus. 

baca selengkapnya...

Sunday, 23 December 2012

Community College, Sebuah Pendidikan Alternatif

Di Amerika, sekolah vokasi atau kejuruan berkembang cukup pesat di berbagai jalur pendidikan. Setiap tahunnya, minat masyarakat terhadap sekolah vokasi dan community college terus menunjukkan peningkatan.
Linda Serra Hadgehorn, Direktur Research Institute for Studies in Education (RISE), menuturkan community college banyak diminati warga Indonesia yang mengambil studi di Amerika karena sekolah ini menerima siswa internasional dan dipandang memberikan ruang bagi keberagaman budaya. “Tidak sedikit pula universitas-universitas besar yang menerima mahasiswa asing lulusan sekolah ini,” kata Linda dalam diskusi dengan menggunakan digital video conference bertajuk “Community Colleges: A Concept for All Nations” yang diselenggarakan oleh American Corner, Perpustakaan UGM, Rabu (17/2).
Ditambahkan oleh staf pengajar Iowa State University ini, dalam proses belajar-mengajar, para siswa diberikan pelatihan-pelatihan penting yang berguna bagi profesi yang akan dijalaninya selepas college. Menurut Linda, keunggulan sistem pendidikan ini adalah ide pendidikan pascasekolah menengah yang didanai oleh pemerintah untuk mendekatkan siswa kepada komunitasnya dan diharapkan dapat melayani masyarakat di sekitarnya. Community college juga berperan sebagai alternatif bagi anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan di universitas, tetapi terhambat karena hal finansial ataupun kesulitan dalam menghadapi tes masuk universitas.
Sementara itu, di Indonesia  juga telah berkembang sekolah kejuruan dan program diploma, seperti halnya UGM yang telah mengaktifkan sekolah vokasi.  Pemerintah Indonesia dalam berbagai kesempatan menekankan komitmennya untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan dan pendidikan alternatif bagi warganya.
Ditambahkan Linda, sekolah-sekolah kejuruan di Indonesia perlu menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan multinasional. Hal itu dimaksudkan untuk mendapatkan kepercayaan dari dunia industri sehingga terbuka peluang untuk magang dan kerja.

Sumber : http://www.ugm.ac.id/new/id/news/community-college-sebuah-pendidikan-alternatif


Community Colleg di Indonesia


Sekilas Tentang Community College

Ketika berbicara tentang pendidikan di Indonesia, apa yang terlintas dalam benak kita semua? Mahal, tidak tepat sasaran, tidak merata, tidak transparan mungkin adalah sedikit dari setumpuk opini negatif kita selama ini. Mungkin benar tapi tidak selamanya benar. Dan kalau kita telaah lagi lebih dalam banyak dari kita yang hanya bisa bertanya -atau bisa disebut menuntut- kenapa begini atau mengapa begitu tanpa berbuat apa-apa untuk kemajuan pendidikan. Padahal kita tahu setiap tahunnya ada ratusan bahkan ribuan siswa yang lulus dari SMA. Lalu akan kemana mereka? Ada beberapa opsi jawaban. Mencari kerja dengan mengandalkan ijazah SMA, kuliah bagi yang memiliki dana lebih, atau pasrah alias tanpa pekerjaan. Dan bisa jadi opsi terakhir yang banyak terjadi.
Lalu dimana posisi kita? Ada banyak tempat sebenarnya. Jika kita mau, banyak “lahan” yang bisa digarap mengingat jumlah pemuda yang membludak, masih minimnya skill yang dimiliki putra daerah dan potensi daerah yang belum tereksplor.
Karena itu, saat aku tahu bahwa visi dan misi dari Community College(CC) di Amerika yang mengarah pada potensi daerah dengan putra daerah sebagai subjeknya, aku mengerti mengapa Indonesia mengadopsi konsepnya kemudian mencoba menerapkannya di daerah. Mungkin sedikit orang yang tahu apa itu Community College. Karena itu, sedikit penjelasan dibawah ini mungkin bisa menggambarkan sekilas tentang keadaan community college di Indonesia dan perbandingannya dengan College di Amerika.
Dari sekitar 247 CC se Indonesia, Jawa Timur dianggap paling berhasil dalam mengelola CC dalam usia yang masih muda(kurang dari 10 tahun). Karena itu, CC di jawa Timur aku jadikan sample dalam pembicaraan ini. CC dikelola oleh SMK yang bisa disebut sebagai SMK besar.Ini memungkinkan untuk pemenuhan fasilitas baik alat maupun tenaga pengajar. Namun layaknya mata uang yang memiliki 2 sisi berbeda, maka ada sisi buruk dari “menempelnya” CC pada SMK yaitu pada manajemen yang juga ikut menempel. Dari direktur sampai dosen pengajar,semua adalah tenaga milik SMK. Sehingga fokus menjadi terpecah sedangkan masyarakat sulit membedakan mana SMK dan mana CC. Ini memperlambat perkembangan CC. Sehingga putra daerah banyak yang memilih ke luar dari daerah untuk mendapatkan pendidikan dan selanjutnya potensi daerah sulit dikembangkan.
Mari kita bandingkan dengan CC di Amerika. Dengan mimpi ingin mengembangkan daerah dengan tenaga terampil dari putra daerah, mereka mendirikan CC, pendidikan dua tahun yang memberikan skill yang cukup bagi mahasiswanya. Ada 3 orientasi yang berbeda dari mahasiswa sehingga pihak CC juga menerapkan kurikulum yang berbeda.
Pertama, mahasiswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi-selanjutnya disebut mahasiswa full time-akan mendapatkan kurikulum yang sudah disetarakan dengan kurikulum untuk pendidikan 2 tahun pertama di universitas. Sehingga saat lulus, mereka bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Dalam hal ini pihak CC bekerjasama dengan universitas.
Kedua, mahasiswa yang mengambil mata kuliah untuk mendapatkan pekerjaan. kurikulum akan disesuaikan dengan spesialisasi pekerjaan yang akan mereka hadapi. Hanya mengambil sedikit kelas.
Ketiga adalah peserta training. Ini biasanya dikirim oleh perusahaan tertentu yang ingin meningkatkan skill karyawannya. Waktu yang dibutuhkan untuk pendidikan ini tidaklah sama dengan mahasiswa fulltime. Semisal training untuk sopir truk atau mobil pengangkut barang, mereka hanya butuh waktu 4 minggu untuk menyelesaikan pendidikannya. Pihak CC bekerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang yang sama.
Dalam membuka sebuah jurusan, diadakan terlebih dahulu survey apakah jurusan itu benar-benar dibutuhkan atau tidak. jika dibutuhkan maka akan segera dibuat kurikulum.
Ada juga pendidikan untuk siswa dari high school baik junior maupun senior yang ingin mengambil credit di CC. Ini menguntungkan mereka karena pendidikan yang mereka tempuh selama setahun akan diakui saat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Responsibility, adalah kunci keakraban dan solidnya orang-orang dalam CC. Ini juga yang membuat mahasiswa Internasional – aku contohnya- merasa nyaman di sini. Adanya dorm dan fasilitas olahraga yang lengkap merupakan faktor lain yang mendukung.
Bantuan yang didapat tiap CC tidaklah sama tergantung dari seberapa luas daerah mereka.Namun yang pasti mereka mendapatkan bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Ada juga donasi dari perorangan yang “imbalannya” berupa pemakaian namanya sebagai nama dari gedung yang dibangun dengan bantuan tersebut.
Inilah sekilas tentang CC di Amerika. Dengan segala keterbatasan ilmu kita dan perbedaan kultur budaya, apakah kita bisa mengubah opini negatif kita tentang negeri kita sendiri? Dengan gambaran di atas, apakah kita malah berkecil hati dan mundur atau malah berpikir bahwa inilah saatnya melangkah membangun daerah? jawab dengan hati nuranimu.

Sumber :  http://amalia2.wordpress.com/community-college/

Friday, 16 November 2012

Traveling Learning


Pernahkah kita sadari, bahwa mata kita adalah pemindai (scaner) maha dahsyat yang diciptakan Tuhan. Dalam ilmu komputer dikategorikan sebagai 'input device' (alat masukkan). Darinya semua ilmu pengetahuan diserap sebelum diproses oleh akal dan dirasa oleh hati. Jadi bila kita dalam sebuah perjalanan sebaiknya manfaatkan mata kita untuk melihat/menikmati pemandangan di sekitar kita. Niscaya banyak pengetahuan baru yang menakjubkan.

 


Perjalanan sebagai media belajar jauh lebih efektif dan tidak bisa ditandingkan dgn belajar di kelas. Untuk menambah sempurna pejalanan kita, gantikan alat tulis dengan kamera sebagai alat pengumpul data. Untuk merasakan hasil perjalanan (sebagai evaluasi) coba ceritakan kembali perjananan yang kita lakukan kepada teman-teman. Pasti cerita panjang akan mengalir hampir tanpa jeda. Bandingkan dengan duduk manis (belajar) di kelas. Inilah yang dimaksud dengan "mobile college" yang sedang dikembangkan oleh kreatindo. Mendobrak tradisi belajar dalam "kotak" kelas yang telah dirasakan hampir separuh hidup masa belajar kita. I love traveling! Lets joint us.



Thursday, 15 November 2012

Distance Learning (Pembelajaran Jarak jauh)



Bimtek Upgrading Metodologi Pelatihan (Nagoya Hotel, Batam 19/07/2011)
Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat turut mendorong percepatan perkembangam di berbagai bidang.  Tak terkecuali bidang pendidikan, dengan teknologi informasi dan komunikasi (selanjutnya sebut saja TIK) mampu memberikan solusi bagi masalah yang sulit dipecahkan. masalah yang sulit dipecahkan diantaranya adalah penyelenggaraan pendidikan (pembelajaran) jarak jauh.
Menurut Wikipedia, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah pembelajaran dengan menggunakan suatu media yang memungkinkan terjadi interaksi antara pengajar dan pembelajar. Dalam PJJ antara pengajar dan pembelajar tidak bertatap muka secara langsung, dengan kata lain melalui PJJ dimungkinkan antara pengajar dan pembelajar berbeda tempat bahkan bisa dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh. jadi sangat memudahkan proses pembelajaran.
Disisi lain, Sistem pembelajaran jarak jauh ini sudah diterapkan oleh dunia pendidikan di luar negri seperti universitas sebagai pendukung perkuliahan konvensional dan telah dilaksanakan secara reguler. Kendala geografis dan waktu pun sudah tidak menjadi masalah setelah terciptanya sistem pembelajaran jarak jauh ini.
Dalam penyelenggaraan Sistem Pendidikan  Jarak Jauh (SPJJ), penggunaan media tampaknya telah menjadi keharusan.   Dapat dikatakan bahwa sebagian besar bahan ajar pada SPJJ disampaikan melalui berbagai jenis media, baik cetak maupun non cetak. Sepanjang  sejarah penyelenggaraan pendidikan jarak jauh, media  telah  digunakan sebagai sarana penyampai materi ajar.   Adanya keterpisahan antara pengajar dengan peserta didik ,  maka  diperlukan media  sebagai   sarana komunikasi yang menjembatani antara pengajar dengan peserta didik.  Kehadiran media inilah yang menjadi salah satu ciri kesamaan diantara institusi penyelenggara SPJJ di semua tempat. Sementara yang membedakan institusi yang satu dengan yang lain adalah pilihan jenis media yang digunakannya. Variasi penggunaan media antar institusi penyelenggara PJJ sangat beragam mengingat banyaknya jenis media yang bisa dimanfaatkan mulai media yang sederhana sampai yang canggih. Berikut akan dibahas secara sekilas beberapa jenis media pembelajaran yang sering digunakan dalam sistem pendidikan jarak jauhm (PJJ). more detail http://aristorahadi.wordpress.com/2008/04/28/media-pembelajaran-dalam-pendidikan-jarak-jauh/